Masih banyak hal yang belum aku lakukan dengan benar di tahun 2017 kemarin. Sebenernya sih masih sama di tahun-tahun sebelumnya, kegiatanku kerja-kuliah kerja-kuliah, memang sangat monoton kalo diingat-ingat kembali perjalanan hidupku tahun lalu haha. Entah kenapa yang terlintas dipikiranku sampai saat ini pun hanya itu FOKUS kerja-kuliah. Aku pun gapunya plan sama sekali, seperti diibaratkan hidup tanpa GPS kalo kata Gita Savitri Devi hehe. Tapi aku disini mau menceritakan pengalaman yang membuatku berfikir. Masalah pekerjaanku di tempat lama, jadi sudah 3 tahun lebih aku bekerja di perusahaan PT. O*** tersebut, entah apa yang membuatku sangat nyaman sekali bekerja di perusahaan tersebut. Karna kalo dilihat dari sisi materi sih ya Alhamdulillah masih bisa mencukupi kebutuhanku sehari-hari untuk bayar kost, bayar kuliah itu sih yang pokok. Eh tapi makan, jajan dsb juga pokok deng :D. Oke, inti dari tulisan ini adalah bagaimana aku bisa keluar dari zona nyaman (read : PT. O***). Ja...
Hera enak ya kerja di Jakarta pasti uangnya banyak, bisa beli ini beli itu. Begitulah kira-kira omongan segelintiran orang yang di daerah asalku, entah itu tetangga ataupun saudaraku. Aku hanya menanggapi singkat sambil ucap "Alhamdulillah" sambil tersenyum manis. Dan bergumam dalam hati "emang apa yang mereka tau tentang hidup aku di Jakarta seorang diri tanpa ada orang yang ku kenal sebelumnya", tapi aku tidak hentinya selalu mengucapkan syukur karena mereka yang berpikir aku hidup enak di Jakarta banyak uang berarti itu menandakan kalau dari segi fisikku terlihat baik-baik saja. Susah sih kalo harus aku cerita detail ke mereka, dan mungkin kalau aku ceritapun sebenernya mereka tidak ingin tau juga. Di sini aku hanya ingin sedikit curhat suka duka aku hidup di Jakarta seorang diri. Awalku menginjakkan kaki di Jakarta ini saat umurku masih 17thn jalan ke 18thn, banyak orang bilang umurku muda sekali untuk berani merantau di Jakarta kerja terus tanpa saudara. ...